Negara Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar nomor 3 di dunia. Bahkan beberapa
jenis biji kopi terbaik diekspor ke beberapa negara dan bahkan menjadi
favorit di negara Eropa Utara dan Eropa Timur.
Salah satunya adalah Kopi gayo, kopi gayo yang berasal dari Aceh ini pernah di nobatkan sebagai kopi terbaik no satu di dunia. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar dari kopi gayo ini adalah Negara As (58.308. ton ) kemudia Negara Jepang (41,234 ton), Jerman (37.977 ton), Italia (29,745 ton) dan Negara Malaysia (29,136. ton).
Nah bagai mana sejarah dari kopi Aceh Gayo yang mendunia ini, kita simak informasi yang sudah dilansir dari cyberkupi (24/11/2016) di Aceh terdapat dua jenis kopi yang di budidayakan adalah kopi Arabika dan kopi Robusta Dua jenis Kopi Gayo yang
sangat terkenal yaitu kopi Gayo (Arabika) dan kopi Ulee Kareeng
(Robusta).
Untuk kopi jenis Arabika umumnya dibudidayakan di wilayah
dataran tinggi “Tanah Gayo”, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, sedangkan di
Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat
lebih dominan dikembangkan oleh masyarakat disini berupa kopi jenis
Robusta. Kopi Arabika agak besar dan berwarna hijau gelap, daunnya
berbentuk oval, tinggi pohon mencapai tujuh meter.
Namun di perkebunan
kopi, tinggi pohon ini dijaga agar berkisar 2-3 meter. Tujuannya agar
mudah saat di panen. Pohon Kopi Arabika mulai
memproduksi buah pertamanya dalam tiga tahun. Lazimnya dahan tumbuh
dari batang dengan panjang sekitar 15 cm.
Dedaunan yang diatas lebih
muda warnanya karena sinar matahari sedangkan dibawahnya lebih gelap.
Tiap batang menampung 10-15 rangkaian bunga kecil yang akan menjadi buah
kopi.Dari proses inilah kemudian muncul buah kopi disebut cherry, berbentuk oval, dua buah berdampingan.
Kopi Gayo merupakan
salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo. Perkebunan Kopi yang telah dikembangkan sejak tahun 1908 ini tumbuh
subur di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Kedua daerah yang
berada di ketinggian 1200 m dari permukaan laut tersebut memiliki
perkebunan kopi terluas di Indonesia yaitu dengan luas sekitar 81.000
ha. Masing-masing 42.000 ha berada di Kabupaten Bener Meriah dan
selebihnya 39.000 ha di Kabupaten Aceh Tengah.
Gayo adalah nama Suku
Asli yang mendiami daerah ini. Mayoritas masyarakat Gayo berprofesi
sebagai Petani Kopi.Varietas Arabika mendominasi jenis kopi yang dikembangkan oleh para petani Kopi Gayo. Produksi Kopi Arabika yang
dihasilkan dari Tanah Gayo merupakan yang terbesar di Asia Kopi Gayo
merupakan salah satu kopi khas Nusantara asal Aceh yang cukup banyak
digemari oleh berbagai kalangan di dunia.
Kopi Gayo memiliki aroma dan
rasa yang sangat khas. Kebanyakan kopi yang ada, rasa pahitnya masih
tertinggal di lidah kita, namun tidak demikian pada kopi Gayo.
Rasa pahit hampir tidak terasa pada kopi ini. Cita rasa kopi Gayo yang
asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak
pahit.
Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa rasa kopi Gayo melebihi
cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika. Kopi Gayo
dihasilkan dari perkebunan rakyat di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.Di daerah tersebut kopi ditanam
dengan cara organik tanpa bahan kimia sehingga kopi ini juga dikenal
sebagai kopi hijau (ramah lingkungan). Kopi Gayo disebut-sebut sebagai
kopi organik terbaik di dunia.
negara AS (58.308 ton) diikuti
dengan Jepang (41,234 ton), Jerman (37,977 ton), Italia (29,745 ton)
dan Malaysia (29,136 ton). - See more at: http://megapolitanpos.com/detail/885/kopi-gayo-aceh-memiliki-rasa-dan-aroma-yang-unik#sthash.98Lt2pMY.dpuf
dengan Jepang (41,234 ton), Jerman (37,977 ton), Italia (29,745 ton)
dan Malaysia (29,136 ton). - See more at: http://megapolitanpos.com/detail/885/kopi-gayo-aceh-memiliki-rasa-dan-aroma-yang-unik#sthash.98Lt2pMY.dpuf
sebagai kopi terbaik nomor satu
dunia
dunia
sebagai kopi terbaik nomor satu
dunia
dunia
sebagai kopi terbaik nomor satu
dunia
dunia
sebagai kopi terbaik nomor satu
dunia
dunia
sebagai kopi terbaik nomor satu
dunia
dunia
Kopi Gayo
Kopi Gayo

0 komentar:
Posting Komentar